Lambang negara Indonesia: Sejarah, makna sila, dan filosofinya

Garuda Pancasila

Burung garuda menjadi lambang negara Indonesia dan Pancasila merupakan dasar ideologi bangsa Indonesia. Lambang negara Indonesia adalah burung garuda yang didalamnya terdapat lima lambang Pancasila beserta maknanya. Kelima simbol tersebut adalah bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, padi dan kapas. Dalam pelajaran PPKN seringkali kita ditanyakan Apa makna dan arti dari masing-masing lambang tersebut. Apakah kamu sudah tahu? Mari kita bahas satu persatu.

Sejarah Burung Garuda dan filosofinya

Mengapa lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia memakai simbol Burung Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Sebagai warga negara Republik Indonesia sudah pastilah mengetahui bahwa lambang Negara kita Indonesia adalah Burung Garuda Pancasila. Tetapi tidak banyak yang mengetahui mengapa lambang negara yang dipilih oleh para Bapak Pendiri Bangsa Negara ini memakai simbol burung. Kok tidak memakai simbol hewan yang lain?

Aturan tentang simbol negara itu dimasukan dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 36A yang berbunyi “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika” Kenapa tidak memakai simbol hewan yang lain? Kenapa simbol nya tidak macan saja?kan terlihat garang dan perkasa. Atau singa yang melambangkan raja hutan yang kuat. Atau memakai simbol kancil yang melambangkan kecerdasan. Bisa juga memakai simbol gajah yang melambangkan ketangguhan.

Kira-kira apa alasannya yang membuat para founding fathers kita memilih Burung Garuda sebagai simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, Bung Karno dan Panitia 9 ternyata tidak sembarangan dalam memilih simbol negara. Ada makna filosofis yang mendalam ketika para pendahulu memutuskan simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia Adalah Burung Garuda dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Dikutip dari buku Bung Karno yang berjudul “Penyambung Lidah Rakyat”, Bung Karno menyampaikan alasan kenapa Burung Garuda dipilih sebagai simbol negara. Beliau menyampaikan dalam buku tersebut bahwa burung adalah simbol rohani, simbol jiwa Burung Garuda adalah burung yang paling kuat di udara. Burung paling perkasa di speciesnya, dan burung paling tinggi terbang di langit bila dibandingkan dengan jenis-jenis burung yang lain.

Jadi menurut keterangan Bung Karno, Burung Garuda adalah simbol bahwa Bangsa Indonesia, manusia – manusia Indonesia mempunyai jiwa yang kuat, mempunyai ketinggian rohani yang hebat. Orang – orang Nusantara itu dikenal oleh bangsa – bangsa lain sejak dulu sampai sekarang mempunyai kesadaran rohani yang tinggi, intelektual yang mumpuni, jiwa yang kuat mampu menghadapi cobaan hidup apapun bentuknya.

Maka cocoklah simbol Burung Garuda itu dipakai dan diresmikan sebagai simbol negara. Pada awal mulanya, ketika pertama kali simbol Burung Garuda itu dirancang oleh Sultan Hamid II. Digambarkan oleh beliau seperti burung Garuda Wisnu Kencana yang mempunyai dua tangan, dimana perisai yang berisikan simbol kelima sila dari Pancasila dipegang oleh tangan dari Burung Garuda.

Lalu sesuai arahan dari Bung Karno, gambar tangan pada Burung Garuda dihilangkan karena menurut Bung Karno kelihatan terlalu Hindu. Perisai yang berisi simbol kelima sila, dirancang ulang oleh Sultan Hamid II menjadi dikalungkan di leher Burung Garuda. Maka sempurnalah simbol Negara kita pakai sampai sekarang.

Rancangan lambang Garuda Pancasila oleh Sultan Hamid II
Rancangan lambang Garuda Pancasila oleh Sultan Hamid II

Siapa yang belum pernah melihat ada gambar rantai di leher Burung Garuda? Ada gambar rantai di situ, dikalungkan di leher Burung Garuda. Jadi perisainya bukan nempel, tetapi dikalungkan di leher Burung Garuda menggunakan rantai.

Banyak juga negara – negara lain yang menjadikan burung sebagai simbol negara mereka, seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan, Albania, Armenia, Austria, Barbados, Ekuador, Ghana, Irak, Jerman, Mesir, Kirgiztan, Kiribati, Kolombia dan masih banyak lagi.

Sudah sejak dulu sampai dengan sekarang, memang banyak negara – negara yang memakai simbol burung sebagai simbol negaranya. Bahkan kalau ditelusuri lebih jauh, simbol dari kerajaan Sulaiman atau Solomon King menggunakan burung juga. Karena burung adalah simbol rohani yang melambangkan kesadaran spiritual, intelektual yang tinggi, dan jiwa yang kuat.

Pada suatu kesempatan, Bung Karno pernah bercanda dengan Presiden Amerika kala itu, John F Kennedy. Bung Karno nyeletuk kepada Kennedy “Persatuan negara saya Indonesia itu lebih kuat dari persatuan negara anda Amerika”. Lalu Presiden Kennedy menyahut “Kok bisa begitu Presiden Soekarno?” Kemudian Presiden Soekarno menjawab ” Iya, persatuan negara saya dicengkeram erat oleh burung garuda.

Pita yang bertuliskan semboyan Bhineka Tunggal Ika tak akan pernah lepas, Anda tahu kan kalau burung Garuda mencengkeram sesuatu? Tidak akan lepas dari cengekeramannya yang kuat. Tidak akan bisa lepas pita itu. Kalau simbol negara Anda pitanya ada di paruh, bisa ketarik lepas pitanya ”timpal bung Karno diakhiri tawa lepas dari keduanya.

Kita sebagai Bangsa Indonesia memang mempunyai ruhani yang kuat, tekad yang bulat dan jiwa yang tangguh dalam menghadapi segala masalah, ujian dan segala cobaan. Maka tidak salah para Bapak Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia memilih Burung Garuda sebagai simbol negara.

Pernahkah kamu memperhatikan Burung Garuda pada simbol negara kita menoleh ke kanan? Mengapa menoleh ke kanan? Tidak menoleh ke kiri atau kelihatan dari depan saja paruhnya?

Menoleh ke kanan artinya lebih cenderung kepada kebenaran. Kanan itu simbol kebaikan, jadi menoleh ke kanan pun ada maknanya juga. Tidak asal digambar oleh Sultan Hamid II. Kalau ada yang bertanya, mengapa simbol negara kita adalah Burung Garuda sudah pasti bisa menjawabnya kan sekarang. Tidak bingung lagi bila ada pertanyaan seperti itu.

Untuk mempermudah memberikan pembelajaran, di sini kami lampirkan slide dalam bentuk presentasi yang menjelaskan Sejarah Burung Garuda dan filosofinya, silahkan unduh melalui tautan di bawah ini:

DOWNLOAD

Makna 5 sila Pancasila

Sejak zaman kerajaan bangsa Indonesia adalah bangsa yang berfalsafah, apapun yang mereka lakukan mengandung maksud atau arti yang bermakna. Dan ini masih dipegang erat oleh para pendiri bangsa Indonesia. Ketika mereka menyepakati bahwa Burung Garuda resmi menjadi lambang negara dan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa, maka mereka pun melambangkannya dalam 5 gambar yang penuh makna. Adapun makna 5 sila Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Bintang

Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa

Lambang bintang emas dengan perisai berlatar belakang warna hitam dijadikan sebagai sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan yang maha Esa“. Pada Bintang berwarna kuning bersudut lima bintang diartikan sebagai Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia.

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, bintang emas mengandung maksud bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius di mana bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Contoh kegiatan yang bisa diterapkan sesuai sila pertama adalah sebagai berikut:

  • percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • hormat-menghormati
  • hidup rukun
  • bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda
  • Tidak memaksa suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain

Selengkapnya baca Sila ke 1 Pancasila

2. Rantai

Sila Kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Rantai berwarna kuning berlatar belakang warna merah dijadikan sebagai dasar “kemanusiaan yang adil dan beradab”. Pada lambang rantai disusun atas gelang-gelang kecil dengan jumlah 17 gelang dan saling menyambung dimana itu menandakan hubungan manusia satu dengan yang lain dan saling membantu. Gelang yang berbentuk persegi menggambarkan pria, sementara gelang yang berbentuk lingkaran menggambarkan wanita.

Contoh sila kedua Pancasila yang bisa diterapkan di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

  • satu Sikap saling mencintai sesama manusia
  • tenggang rasa
  • gemar menolong orang lain
  • tidak membeda-bedakan
  • lima berbicara kepada orang lain dengan sopan santun

Selengkapnya baca Sila ke 2 Pancasila

3. Pohon beringin

Sila Ketiga Persatuan Indonesia

Pohon beringin melambangkan sebagai tempat berteduh dan berlindung. Pada Pancasila pohon beringin dijadikan sebagai dasar sila ke-3 yang berbunyi “persatuan Indonesia“, dimana mencerminkan kesatuan dan kesatuan Indonesia.

Pohon beringin merupakan sebuah pohon di Indonesia yang memiliki akar tunjang sebuah akar tunggal panjang yang menunjang, pohon yang besar ini tumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Pohon beringin memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya.

Contoh sila ketiga Pancasila dalam lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

  • rela berkorban
  • cinta tanah air
  • mencintai produk lokal
  • bergaul dengan teman tanpa membedakan suku ras dan adat istiadat
  • ikut menjaga keamanan lingkungan

Selengkapnya baca Sila ke 3 Pancasila

4. Kepala banteng

Sila ke-4 Pancasila

Lambang kepala banteng dijadikan sebagai dasar pada sila keempat Pancasila yang berbunyi “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan”.

Banteng merupakan binatang yang suka berkumpul, sama seperti manusia dalam pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah, salah satunya dengan berkumpul dan diskusi.

Contoh sila ke-4 Pancasila dalam lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

  • mengutamakan keputusan yang diambil secara musyawarah
  • Tidak memaksa kehendak orang lain
  • melaksanakan musyawarah mufakat
  • menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah

Selengkapnya baca Sila ke 4 Pancasila

5. Padi dan kapas

Sila ke-5 Pancasila

Padi dan kapas dimaknai sebagai salah satu kebutuhan rakyat Indonesia tanpa melihat status dan kedudukannya. Padi dan kapas mencerminkan pangan dan sandang, ini menandakan tidak adanya Kesenjangan antara satu dengan yang lain. Pada Pancasila padi dan kapas dijadikan sebagai dasar kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia“.

Contoh sila kelima Pancasila dalam lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut:

  • sikap adil kepada sesama
  • menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  • menghormati hak-hak orang lain
  • ikut serta dalam kegiatan gotong royong

Selengkapnya baca Sila ke 5 Pancasila

Download template Powerpoint Makna 5 sila Pancasila

Agar anda lebih menyampaikan makna 5 sila Pancasila, kami melampirkan template powerpoint yang dapat anda gunakan sebagai media menyampaikan pembelajaran. Anda dapat mengeditnya dengan mudah, mulai dari teks, gambar, atau bahkan menambahkan animasi. Silahkan unduh melalui tautan di bawah ini:

DOWNLOAD

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai lambang negara Indonesia lengkap dengan sejarah, makna sila, dan filosofinya. Semoga menambah wawasan kebangsaaan kita semua. Amin.

Related posts